Mendengar kata museum semisal tiket masuk museum motomoto langsung terbayang sesuatu yang kuno dan tua, dan bahkan cenderung tidak menarik. Baik anak-anak dan orang dewasa enggan mengunjungi museum. Jika ada beberapa siswa yang mengunjungi museum, biasanya karena tugas dari sekolah atau hanya menyelesaikan paket wisata untuk kegiatan rekreasi.

Meski masih ada komunitas anak muda atau rombongan yang suka mengunjungi beberapa museum, tetapi jumlahnya tidak banyak. Artinya, belum tentu di setiap kota ada komunitas serupa.

Padahal begitu banyak manfaat yang bisa dipelajari ketika mengunjungi berbagai jenis museum yang ada. Seperti: 1) Museum Seni; 2) Museum Arkeologi; 3) Museum Biografi: 4) Museum Anak-Anak: 5) Museum Universal; 6) Museum Sejarah; 7) Museum Maritim; 8) Museum Transportasi; 9) Museum Militer, dan sebagainya.

Beberapa manfaat mengunjungi museum untuk siswa meliputi:

  1. Tambahkan pengetahuan dan informasi

Tidak bisa dipungkiri mengunjungi museum akan menambah wawasan, pengetahuan, dan informasi baru. Ada banyak jenis museum mulai dari museum sejarah, museum arkeologi, museum seni, hingga museum anak-anak. Semua menawarkan wawasan dan pengetahuan yang berbeda tetapi menarik untuk diketahui.

  1. Sebagai referensi visual

Ketika di sekolah kita belajar berbagai hal seperti geografi, biologi, dan fisika. Tetapi semuanya dalam bentuk teori dan bahkan jika ada praktiknya biasanya sangat terbatas dan menggunakan simulasi. Dengan mengunjungi museum, anak-anak dapat melihat lebih jelas tentang berbagai pengetahuan yang diajarkan di sekolah karena di museum semuanya ditampilkan secara visual. Dengan demikian, mereka mendapatkan lebih banyak pemahaman dan pengalaman belajar yang lebih menarik.

Misalnya di sekolah anak-anak belajar tentang seni dalam bentuk patung, gambar, dan lukisan. Dengan mengunjungi museum, mereka dapat melihat secara langsung bentuk asli patung atau karya seni lainnya.

  1. Dapatkan perspektif waktu yang lebih jelas dan lebih luas

Ada berbagai peristiwa di dunia yang terjadi selama lampu, yang terkadang membingungkan anak-anak. Museum biasanya memiliki grafik, angka, atau bentuk presentasi lainnya untuk menggambarkan suatu peristiwa atau sejarah dalam perspektif waktu. Jadi, lebih mudah bagi anak-anak atau orang awam untuk memahami sejarah.

  1. Memberi nuansa berbeda

Anak-anak sekarang hidup dalam kondisi yang jauh berbeda dari masa lalu. Ketika di sekolah mereka belajar sejarah, mungkin sulit bagi mereka untuk memahami kondisi kehidupan di masa lalu. Mengunjungi museum dapat membantu anak-anak memahami dan merasakan nuansa kehidupan di zaman kuno. Seperti melihat fosil dinosurus yang ternyata sangat besar, mata uang kuno, model pakaian kuno, cara menemukan makanan dan memasak di era neolitik, dan sebagainya.

  1. Keingintahuan dan memancing imajinasi anak-anak

Berbagai hal yang dilihat anak-anak di museum akan memancing rasa ingin tahu mereka untuk mengetahui lebih dalam. Juga, itu memprovokasi mereka untuk mengembangkan imajinasi tentang hal-hal ini. Misalnya ketika mengunjungi museum maritim dan melihat replika bangkai kapal, mereka tentu akan bertanya banyak hal seperti mengapa kapal bisa tenggelam?

Bagaimana cara membawa kapal sebesar itu ke museum? Bagaimana orang-orang biasa membuat perahu sebesar itu dengan peralatan seadanya? Dan berbagai pertanyaan tak terduga lainnya.

  1. Interaksi dengan banyak dan beragam orang

Mengunjungi museum bukan hanya soal menambah pengetahuan dan wawasan. Kegiatan ini dapat digunakan sebagai tempat untuk mengajar anak-anak cara berinteraksi dan bersosialisasi dengan banyak orang. Karena mereka biasanya mengunjungi museum dalam bentuk rombongan, sehingga anak-anak dapat bertanya dengan teman-temannya. Selain itu mereka juga dapat berinteraksi dengan pengunjung museum lain yang belum dikenal.