Kebutuhan air mineral untuk tubuh sangatlah penting, dimana bila tubuh kurang mengkonsumsi air mineral, dapat membahayakan tubuh itu sendiri karena dapat berakibat pada timbulnya penyakit seperti Diabetes, Sakit Kepala, Rasa Kantuk Berlebih, Bau Mulut, Konstipasi, Kulit Kering, Sulit Konsentrasi, bahkan bisa berujung Kerusakan Ginjal.[1]

Maka dari itu, mengkonsumsi air mineral setiap hari sangat dianjurkan dan bersifat mutlak. Setidaknya, tubuh manusia membutuhkan 2,5 liter asupan air yang layak dikonsumsi setiap harinya, dengan tujuan untuk menjaga kesehatan tubuh agar tetap terjaga. Namun sayangnya, banyaknya produsen air mineral yang hanya mencari keuntungan tanpa memikirkan akibat dari kualitas produknya yang buruk. Dan lebih buruknya lagi, banyak dari kita yang masih belum bisa membedakan mana air mineral yang baik untuk tubuh, mana yang tidak.

Air mineral yang layak konsumsi setidaknya memiliki beberapa hal penting yang bisa dijadikan standar untuk membedakan mana air mineral yang layak konsumsi, maupun yang tidak agar tidak merusak kesehatan tubuh yang Anda miliki saat ini.

Agar Anda tidak salah dan dapat mengetahui apa yang membedakan air layak konsumsi, berikut hal-hal yang bisa Anda perhatikan :

  • Tidak Keruh & Berwarna

Indikasi pertama yang dapat dilakukan dengan kasat mata adalah kondisi warna air yang jernih, tidak keruh tanpa warna sama sekali. Apabila air tersebut keruh sedikit saja, itu merupakan pertanda bahwa air tersebut kemungkinan terkontaminasi zat-zat lain.

Hal tersebut bisa saja terjadi karena air yang diambil dari tanah, dan dapat tercampur dengan tanah, pasir atau dikarenakan zat lainnya yang bisa membahayakan tubuh. Oleh karena itu, Anda harus lebih teliti mengkonsumsi air dan beralih lah apabila sumber air Anda tidak jernih serta keruh.

  • Tidak Beraroma

Indikasi air yang bersih dan sehat selanjutnya adalah tidak memiliki aroma. Aroma ini baik aroma tertentu maupun aroma yang terlalu. Terlebih lagi, apabila air dari sumber tersebut memiliki aroma yang otentik dengan bau dari asam. Apabila terdapat aroma tersebut, maka sudah pasti jika air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. Karena apabila tetap dikonsumsi, bisa menyebabkan keracunan pada tubuh manusia.

  • Memiliki Rasa Tawar

Indikasi ketiga adalah rasa pada air mineral yang baik cenderung tawar dan menyegarkan. Karena apabila air mineral dengan memiliki rasa, berarti air tersebut bisa saja tercampur dengan zat lainnya. Pada air yang bersih, lidah Anda tidak akan merasakan rasa seperti pahit, atau rasa getir yang tertinggal. Lalu terasa asin dan rasa lainnya yang terlalu menonjol pada indera pengecap manusia.

  • Tidak Meninggalkan Noda

Indikasi keempat adalah air tidak meninggalkan noda hasil dari kontaminasi air dengan zat lainnya. Noda tersebut dapat meninggalkan noda pada benda-benda tertentu. Maka dari itu, sebelum Anda memilih air untuk dikonsumsi, pastikan tidak meninggalkan noda seperti kuning, dimana noda kuning tersebut bisa dari akibat kontaminasi oleh tembaga atau zat klorin. Apabila air yang Anda konsumsi terpapar zat tembaga yang tinggi dapat menimbulkan penyakit anemia, masalah pencernaan, hingga kerusakan hati serta ginjal.

  • Bebas Zat Kimiawi Arsenik

Indikasi kelima adalah air yang bebas dari zat kimia dengan nama arsenik ini sangat berpotensi untuk mencemari air di lingkungan tempat tinggal. Zat arsenik ini biasanya mudah ditemukan di zat kimia pestisida, dimana biasa digunakan sebagai zat untuk mematikan hama pengganggu tanaman di pertanian atau perkebunan warga.

Namun, terkadang banyak orang lupa untuk membersihkan anggota badannya setelah menyentuh zat ini, dan akhirnya menyentuh sumber air yang biasa digunakan untuk konsumsi masyarakat. Sehingga membuat air tersebut terkontaminasi.

  • Bebas Endapan

Indikasi terakhir untuk menentukan air layak konsumsi atau tidak adalah air tersebut tidak ada sisa endapan yang terlihat pada dasar permukaan air tersebut. Apabila pada sumber air tersebut didapati unsur endapan pada bagian bawahnya, maka air tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai air yang bersih dan juga sehat.

Alasannya karena masih terdapatnya unsur yang membuat keruh, dan bisa saja sewaktu-waktu dapat kembali tercampur dengan air tersebut, lalu mungkin saja air tersebut juga telah tercemar.[2]

Salah satu yang paling utama dalam memilih sumber terbaik AQUA adalah berdasarkan riset mendalam dengan 9 serta 5 tahapan seleksi dimana melibatkan para ahli geologi dan geohidrologi untuk memilihnya. Setidaknya butuh 1 tahun penelitian untuk menjalankan semua proses tersebut[3].

AQUA sendiri mengambil air tanah dalam dengan kedalaman antara 60-140 meter, yang mana berbeda dengan air permukaan yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Sistem yang digunakan oleh AQUA Group untuk mendayagunakan air tersebut memastikan bahwa tidak adanya hubungan antara kedua lapisan tanah dalam dan permukaan.  AQUA menggunakan air tanah dalam yang dibatasi oleh lapisan kedap air.  Studi geohidrologi ini dilakukan bekerja sama dengan universitas terkemuka, antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM),  Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Paris 6.

Tak lupa, AQUA juga melindungi ekosistem di sekitar sumber mata air. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melindungi kealamian mineral dan keberlangsungan sumber air. Hal ini selaras dengan komunikasi baru AQUA, “Terlindungi Untuk Melindungi”.

Demi menjaga kesehatan tubuh, konsumsi AQUA secara rutin untuk memastikan tubuh Anda mendapatkan mineral yang dibutuhkan.

Sumber :

  • https://www.sehatq.com/artikel/tak-hanya-dehidrasi-ini-komplikasi-akibat-kurang-minum-air-putih
  • https://hot.liputan6.com/read/4229543/7-ciri-air-layak-konsumsi-yang-sehat-bagi-tubuh
  • https://aqua.co.id/pengelolaan-sumber-daya-air-aqua