Kian mewabahnya virus Corona memang membuat pemerintah mengeluarkan aturan ketat terkait dengan social distancing, bahkan banyak diantaranya yang menerapkan pembatasan sosial skala besar di beberapa daerah. Khususnya yang memang sudah masuk dalam zona merah penyebaran Covid 19 ini. Penyakit saluran pernapasan yang memang mudah ditularkan dari satu orang kepada orang yang lainnya. Bahkan jenis penyakit yang satu ini juga tidak memandang usia untuk ditularkan. Hal yang wajar jika seandainya setiap orang menjadi ketakutan karenanya.

Di Indonesia sampai saat ini tercatat angka lonjakan yang cukup tinggi kematian yang disebabkan oleh penyakit Covid 19. Pada dasarnya ia dapat menyerang semua kalangan. Hanya saja memang tidak dapat dipungkiri jika seandainya memang ada beberapa kalangan tertentu dengan resiko-resiko paling tinggi untuk terserang. Diantaranya adalah orang-orang dengan kondisi kekebalan tubuh lemah. Misalnya adalah kalangan yang sebelumnya sudah memiliki penyakit bawaan, layaknya HIV. Kemudian juga kanker sampai dengan diabetes melitus hingga memiliki riwayat penyakit paru-paru sebelumnya.

Bukan hanya itu, ternyata para perokok sendiri juga termasuk sebagai kalangan yang sangat mudah atau rentan terinfeksi oleh virus Corona ini. bukan tanpa alasan, melainkan ketika seseorang tengah merokok, maka tangan akan lebih sering bersentuhan dengan bibir, jika seandainya belum cuci tangan menggunakan sabun secara benar. Secara otomatis jika seandainya bibir tersebut terlalu sering bersentuhan dengan tangan maka virus juga akan lebih mudah masuk bukan.

Alasan lainnya mengapa perokok ini lebih mudah terserang Covid 19 adalah karena paparan dari asap rokok ataupun juga aerosol yang berasal dari rokok elektrik ini bisa membuat sistem pernapasan menjadi lemah. Hal ini sudah pasti nantinya akan melemahkan sistem imuns atau kekebalan tubuh, sehingga tidak memiliki kemampuan yang cukup kuat di dalam melawan infeksi virus tersebut. Resiko lainnya jika seandainya perokok ini sudah terjangkit oleh Covid 19 adalah kemungkinan mengalami komplikasi juga semakin tinggi, seperti diantaranya adalah:

  1. Pneumonia, resiko komplikasi yang paling tinggi memang bisa menyebabkan penyakit paru-paru yaitu paru-paru basah atau yang dikenal sebagai pneumonia. Infeksi yang satu ini nantinya akan menyebabkan terjadinya peradangan di kantung paru-paru. Sehingga penderitanya juga akan kesulitan di dalam bernapas atau mengikat oksigen. Jadi menyebabkan pasokan oksigen yang seharusnya disebar ke seluruh bagian tubuh juga mengalami penurunan.
  2. Sindrome gangguan pernapasan akut, masalah lainnya yang juga patut diwaspadai adalah ARSD atau yang dikenal juga sebagai sindrom pernapasan akut, kondisi kelanjutan dari pneumonia, ketika paru-paru penderitanya mengalami kerusakan. Maka secara otomatis akan menyebabkan cairan merembes ke dalamnya. Jadi nantinya paru-paru Anda tidak akan bisa memasok oksigen yang dibutuhkan lagi kedalam aliran darah.
  3. Gagal pernapasan akut, saat paru-paru tidak lagi bisa memasok oksigen ke seluruh tubuh, maka ia juga tidak dapat mengeluarkan karbondioksida yang ada di dalam aliran darah. Sehingga keseimbangan gas yang ada di dalam darah ini juga terganggu. Untuk itu resiko paling berbahaya adalah dapat merusak beberapa organ tubuh lain, seperti diantaranya adalah ginjal, hati sampai dengan jantung. Bahkan juga ada potensi kematian bagi penderitanya.

Hanya saja sudah pasti bukan sekedar perokok, melainkan orang-orang sehat juga tetap bisa terjangkit virus Corona, meskipun resiko komplikasinya juga kecil. Untuk itu wajib melakukan upaya langkah pencegahannya, bisa cek caranya secara mudah di situs Halodoc.