Nasi Tumpeng Karakter untuk Hari Pernikahan

  • 2 min read
  • Dec 12, 2019
Nasi Tumpeng Karakter untuk Hari Pernikahan

Pernikahan merupakan acara sakral yang di lakukan dengan serius sempurna karena upacara pernikahan merupakan upacara yang bertujuan untuk menyatukan dua insan yang memiliki tujuan hidup yang sama, terlebih lagi jika upacara pernikahan tersebut di lakukan dengan menggunakan adat Jawa, tentunya banyak sekali proses atau tahapan yang harus di persiapkan dan di lewati, seperti, proses sebelum akad nikah atau pranikah, acara ketika akad nikah dan juga masalah dekorasi dan juga konsumsi yang harus di persiapkan dengan maksimal dan bernuansa Jawa. Tentunya hidangan yang sangat wajib ada yaitu nasi tumpeng, sekarang anda bisa pesan nasi tumpeng di Jakarta Nasi Tumpeng dengan berbagai jenis karakter tumpeng, seperti yang biasa berbentuk kerucut atau dengan karakter lain seperti huruf inisial nama kedua mempelai, bisa pesan nasi tumpeng karakter di Jakarta Nasi Tumpeng karakter.

Seperti halnya yang telah kita ketahui bersama, upacara pernikahan dengan adat Jawa, memiliki proses atau tahapan yang wajib di lewati dari tahap sebelum akad nikah sampai acara setelah akad nikah, yaitu sebagai berikut:

  • Tahapan sebelum akad nikah, di antaranya yaitu:
  • Pemasangan tarub, bleketepe dan tuwuhan.
  • Sungkeman kepada orang tua.
  • Siraman atau mandi.
  • Meratus rambut dan ngeri rambut.
  • Akad nikah
  • Setelah proses akad nikah, dalam adat Jawa ada juga prosesi atau acara pasca pernikahan atau sering di sebut dengan upacara panggih. Upacara ini adalah upacara puncak bertemunya mempelai setelah resmi menjadi sua istri, hiburan seperti tarian atau joged jogedan merupakan pembuka acara ini. Di bawah ini adalah prosesi yang ada di dalam upacara panggih, di antaranya yaitu:
  1. Penyerahan sanggan, proses ini di serahkan kepada orang tua mempelai wanita sebagai penebus putri mereka, sanggan terdiri dari satu tangkep atau dua sisir pisang raja yang matang di pohon, sirih ayu, kembang telon atau mawar, melati dan kenaga, dan juga benang lawe.
  2. Balangan gantal, balangan yang berarti lempar dan gantal adalah daun sirih yang di isis bunga pinang, kapur sirih, gambir, dan tembakau hitam yang di ikat dengan benang lawe, dari arah yang berlawanan berjarak dua meter, mempelai pria melakukan balangan gantal ke dahi, dada dan lutut mempelai wanita, di balas dengan mempelai wanita yang melakukan balangan gantal ke dada dan lutut mempelai pria, ini melambangkan kedua mempelai saling melempar kasih sayang.
  3. Wijikan, wijikan di kenal dengan sebutan ranupada, ranu bermakna air, dan pada bermakna kaki, ritual ini di kerjakan oleh mempelai wanita yang membasuh kaki mempelai pria dengan air sebanyak tiga kali, hal ini mencerminkan wujud bakti istri kepada suami.
  4. Kanten astro, kedua mempelai berdampingan dan berjalan bersama menuju pelaminan.
  5. Tanem jero.
  6. Tampa kaya, prosesi penuangan biji bijian seperi kacang kedelai, padi jagung, bumbu dapur, bunga sritaman, dan uang logam, yang bermakna nafkah yang diberikan suami kepada istri harus di atur dengan baik oleh istri.
  7. Dahar kalimah.
  8. Ngunjuk rujak degan, rujak degan adalah minuman yang terbuat dari serutan kelapa muda yang di campur gula merah.
  9. Mapag besan atau menjemput besan di lakukan oleh orang tua mempelai pria.
  10. Sungkeman, dengan tujuan meminta doa, memohon maaf, yang di lakukan kepada kedua orang tua mempelai pria dan wanita.