(Photo: needpix.com)

Sebagai lokasi tujuan wisata dunia, prospek properti di Bali memang sangat menggiurkan. Sehingga, karena alasan tersebut jugalah, banyak orang tertarik untuk membeli dan jual rumah Bali.

Berbicara soal prospek properti Bali, tentu tak terlepas dari lokasinya yang sangat strategis. Selain memiliki segudang objek wisata menarik, Bali juga memiliki fasilitas umum dan infrastruktur memadai.

Bagaimana tidak? Statusnya sebagai tujuan wisata internasional membuat Bali tumbuh secara cepat. Hal tersebut bisa dilihat, dari banyaknya fasilitas umum dan infrastruktur yang dibangun di kawasan ini.

Selain itu, Bali juga menjadi lokasi tempat tinggal favorit bagi para ekspatriat. Sehingga, bukan hanya prospek jual rumah Bali saja yang menggiurkan, namun juga aktivitas sewa-menyewanya.

Lantas, apakah Anda tertarik untuk membeli atau jual rumah Bali sebagai lahan investasi properti? Jika iya, simak dulu informasi harga jual rumah Bali tahun 2020 di bawah ini.

Harga Jual Rumah Bali Tahun 2020

Tak bisa dipungkiri, harga jual rumah Bali merupakan salah satu yang paling tinggi di Indonesia. Bahkan, harga tersebut diprediksi akan terus meningkat setiap tahunnya.

Contohnya saja harga jual rumah Bali di tahun 2018. Pada Triwulan I 2018 kenaikan harga rumah di sana hanya mencapai 0,28 persen. Namun pada triwulan II 2018, harga tersebut meningkat jadi 0,74 persen.

Jika dikelompokkan berdasarkan tipe rumahnya, peningkatkan harga jual rumah Bali bertipe kecil setiap tahunnya mencapai 0,04 persen. Sedang tipe menengah, peningkatannya rata-rata 0,01 persen per tahun.

Peningkatan harga rumah pada tipe menengah memang cenderung lebih lambat. Hal tersebut juga terjadi pada harga jual rumah Bali bertipe besar, yang hanya mencapai 0,01 persen per tahunnya.

Meski lambat, tapi semua tipe rumah yang ada di Bali mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sehingga, tak heran jika orang-orang berlomba membeli rumah di Bali sebelum harganya semakin mahal.

Untuk Anda yang ingin membeli rumah di Bali, ada beberapa hal yang menjadi keunggulan dari kawasan ini dibandingkan kawasan-kawasan lainnya di Indonesia.

Rumah di Bali sendiri terbilang cukup ‘multifungsi,’ tidak hanya cocok untuk dijadikan tempat tinggal, rumah tersebut juga bisa dijadikan bangunan komersil, seperti homestay, hotel, dan penginapan.

Selain itu, Anda juga bisa menyewakan rumah tersebut warga negara asing (WNA) yang menetap di Bali. Hal ini tentu sangat menguntungkan, mengingat harga sewa WNA lebih mahal dibandingkan warga lokal.

Setelah membaca penjabaran di atas, Anda sudah tidak ragu lagikan untuk membeli atau jual rumah Bali? Agar prosesnya makin mudah, gunakan situs 99.co Indonesia dalam melakukan jual beli rumah di Bali ya!

3 Waktu Terbaik untuk Membeli dan Jual Rumah Bali

3 Waktu Terbaik untuk Membeli dan Jual Rumah Bali

(Photo: iStock)

Selama ini kita menganggap, jika lokasi, fasilitas umum, dan infrastuktur merupakan faktor terpenting yang harus diperhatikan ketika membeli ataupun menjual sebuah rumah.

Namun, tak banyak yang mengetahui jika waktu atau momen merupakan salah satu hal yang penting dipertimbangkan ketika ingin melakukan transaksi jual-beli rumah, termasuk saat jual rumah Bali.

Jika demikian, kapan sih waktu terbaik untuk membeli atau jual rumah Bali? Berikut selengkapnya.

  1. Saat Harga Jual Rumah Bali Stabil

Statusnya sebagai kawasan wisata membuat harga jual rumah Bali cukup stabil. Pada momen tertentu harga rumah bisa melonjak tinggi, tapi pada saat lesu harga tersebut juga tidak akan turun terlalu drastis.

Kendati demikian, fluktuasi harga rumah di Bali cenderung tidak menentu. Sehingga, rajin-rajinlah untuk mencari tahu kapan harga jual rumah di sana mulai stabil.

  1. Peak Season Baik untuk Menjual, Buruk untuk Membeli

Selain tidak menentu, kenaikan harga jual rumah Bali juga terjadi secara musiman. Harga jual rumah di sana bisa naik secara signifikan pada saat musim liburan tiba atau peak season.

Hal tersebut tentu sangat menguntungkan untuk Anda yang ingi jual rumah Bali. Namun, bagi Anda yang ingin membelinya, sangat disarankan untuk menunda pembelian tersebut hingga peak season berakhir.

Pangsa pasar properti Bali memang cukup unik. Pada saat peak season hadir, akan ada banyak sekali orang yang mencari rumah di Bali, sehingga harganya menjadi meningkat beberapa kali lipat.

Namun, ketika peak season tersebut berakhir harga jual rumah Bali akan kembali turun dan menyentuh harga semulanya. Inilah pentingnya mengetahui atmosfir jual-beli properti di kawasan tersebut.

  1. Saat Pengembangan Wilayah Terjadi

Salah satu kesalahan orang-orang ketika membeli atau jual rumah Bali adalah pada saat merka tidak mempertimbangkan prospek pembangunan wilayah yang ada di kawasan Bali.

Banyak orang cenderung lebih suka membeli di kawasan Bali yang sudah tumbuh dan ramai dikunjungi para turis. Padahal, hal tersebutlah yang membuat harganya rumah tersebut jadi sangat mahal.

Ada baiknya jika Anda membeli di daerah yang belum terlalu populer, namun memiliki prospek yang baik.

Contohnya seperti Canggu, kawasan ini dulu tak dikenal oleh masyarakat. Sekarang, harga properti Canggu sudah semakin meningkat berkat terjadinya pengembangan wilayah di kawasan tersebut.

Itu tadi tiga waktu terbaik yang harus Anda perhatikan ketika ingin membeli atau jual rumah Bali. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk kita semua.

Selamat mencoba!